Mengenal Sistem IRT Pada UTBK dan Tips Mengerjakannya

Mengenal Sistem IRT Pada UTBK dan Tips Mengerjakannya


Sejak tahun 2018, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menggunakan metode penilaian UTBK yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2017 ke belakang, metode penskoran menggunakan Teori Tes Klasik–di mana jawaban yang benar akan diberi skor 4, jawaban salah akan memberikan skor negatif (-1), dan tidak menjawab akan mendapatkan skor nol (0).

Tes UTBK 2021 Hanya dapat dilakukan 1 kali tes saja menurut panitia LTMPT

Namun di tahun 2018, LTMPT memutuskan untuk menerapkan teori yang berbeda dari Teori Tes Klasik, yaitu Teori Respons Butir atau (Item Response Theory/IRT).


Lalu, apa itu IRT? Bagaimana sistem penilaian yang digunakan dalam IRT? Untuk penjelasan lebih lanjut, yuk simak pembahasannya di bawah ini!

Baca Juga : 8 Universitas Dengan Jurusan Psikologi Terbaik di Indonesia.

Sistem Penilaian IRT (Item Response Theory) 



Secara singkat Item Response Theory (IRT) atau Teori Respons Butir merupakan sistem penilaian yang mengutamakan karakteristik dari setiap soal. Semakin sulit suatu soal, maka semakin tinggi bobot skor yang diperoleh peserta jika berhasil menjawab soal tersebut. Sehingga, sistem penilaian ini tidak hanya memperhitungkan jumlah soal yang berhasil dijawab dengan benar atau salah, tetapi juga mempertimbangkan sulit atau tidaknya suatu soal. Tentu saja, jika kamu berhasil menjawab soal yang dianggap sulit tersebut, kamu bisa mendapatkan bobot skor yang lebih tinggi dibanding soal yang lain

Baca Juga : Tips Belajar Efektif Menjelang UTBK 2021

Metode seperti ini sudah lama digunakan oleh berbagai negara maju, seperti Amerika dan Eropa. Dengan meneliti karakteristik soal terlebih dahulu sebelum menentukan skor, pemberian nilai dianggap lebih fair. Selain itu, cara ini juga dianggap dapat membedakan kemampuan setiap peserta dengan lebih baik.

Baca Juga : Hal Yang Harus Kamu Ketahui Dari UTBK 2021

Sistem IRT ini bisa dikatakan lebih menguntungkan bagi peserta UTBK 2021, lho. Kenapa? Karena; pertama, sistem penilaian ini IRT tidak akan memberikan peserta skor minus (-) jika peserta memberikan jawaban yang salah; kedua, dengan tidak adanya pengurangan nilai, menebak jawaban ketika sudah kepepet tidak lagi menjadi masalah! Hehehe… Ketiga; peserta tidak perlu pusing memikirkan skor ketika ujian berlangsung, sebab bobot skor baru akan ditentukan setelah ujian selesai diselenggarakan.

Baca Juga : 10 Program Studi Saintek dan Soshum Dengan Persaingan Terketat 2020

Strategi Mengerjakan Soal dengan Sistem Penilaian IRT

Nah, untuk mengerjakan soal-soal UTBK yang menggunakan sistem penilaian IRT ini ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan.


  • Jangan ragu untuk mengisi semua soal karena tidak ada nilai minus

  • Gunakan strategi dalam menebak dengan metode eliminasi opsi jawaban yang paling mungkin salah. Semakin sedikit opsi jawaban tersisa semakin besar peluang untuk memilih jawaban benar

  • Tidak perlu memperkirakan tingkat kesulitan soal atau memberi alokasi waktu lebih di tipe soal-soal sulit untuk mengejar skor tertinggi, karena bobot tingkat kesulitan soal baru ditentukan setelah ada pengecekan ke semua peserta dan bukan ditentukan berdasarkan tipe soal.

Hal inilah yang membuat kamu untuk terus berlatih dengan soal-soal UTBK di tahun-tahun sebelumnya. Itu sangat membantu bamget loh. Kamu juga bisa ikutin try out gratis yang sering diadakan oleh instansi pengajar. 

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

2 Komentar untuk "Mengenal Sistem IRT Pada UTBK dan Tips Mengerjakannya"

  1. Terimakasih informasinya ❤️❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Semoga bermanfaat.
      Semoga lolos SBMPTN 2021 ya

      ~Admin

      Hapus

Terima kasih Telah Berkomentar!!

Untuk Mendapatkan informasi-informasi terkait SNMPTN, SBMPTN, dan Ujian Mandiri kunjungi
Pojokmading.blogspot.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel