Jangan Anggap Remeh! Malas akan Jadi Penyakit Dalam Hidupmu

Jangan Anggap Remeh! Malas akan Jadi Penyakit Dalam Hidupmu


Kita semua pasti sangat setuju dengan motto kita harus terus mengejar mimpi, kita harus menjauhi diri dari yang namanya rasa malas. Namun entah apa yang terjadi, rasa malas atau sering disebut mager alias 'malas gerak' adalah masalah yang sering dialami oleh banyak orang. Faktor mood dan suasana sering kali menjadi alasan kita untuk memaklumi kemunculan rasa malas, dan akhirnya kita tidak mencoba melawan rasa malas tersebut.

Faktanya menurut penelitian bahwa minimnya motivasi adalah buah dari malas ini yang terus berkembang dan banyak dipengaruhi oleh faktor biologis, bukan sekadar sikap dan kebiasaan ataupun suasana hati dan lingkungan.


Alasan Rasa Malas Selalu Muncul

Dilansir dari Live Science yang dilakukan oleh peneliti dari Oxford University yang telah melakukan pengujian penelitian dengan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI), yang berfungsi untuk melihat bentuk kinerja otak terhadap motivasi yang tercipta di setiap harinya.

Pada orang yang memiliki perasaaan malas, di area premotor pada otak tidak dapat menyala dengan sempurna sehingga tidak akan menciptakan sinyal yang dialirkan ke otot besar dan proksima di dalam tubuh. Koneksi otak yang menghubungkan “keputusan untuk melakukan sesuatu” menjadi sebuah tindakan menjadi tidak sempurna  pada orang yang malas, sehingga muncul rasa malas bergerak, capek dan lemas karena otak harus melakukan upaya lebih keras untuk mengubah keputusan yang diambil menjadi tindakan untuk bergerak.

Penelitian yang dilakukan oleh Cerebral Cortex  yang telah diterbitkan oleh Oxford Academic pada tahun 2012 melakukan sebuah studi dan menemukan bahwa tingkat dopamin di otak juga dapat berdampak pada motivasi seseorang dalam melakukan sesuatu.


Malas itu Penyakit Lho!

Dalam British Journal of Sports Medicine, Dokter Richard Weiler memaparkan bahwa rasa malas ini sudah dapat dikategorikan jadi penyakit loh. Malas yang berkepanjangan akan berdampak pada penyakit yang berbahaya seperti pegal-pegal , obesitas, diabetes,  hingga hipertensi sehingga bisa disimpulkan bahwa malas adalah sumber penyakit. Oleh karena itu, harus segera diatasi dan dicari solusinya.

Spesialis Kedokteran Olahraga, Dr. Michael Triangto, SpKO, menyebutkan bahwa pola hidup sehat dengan melakukan gaya hidup aktif dan berolahraga adalah kunci dari penyakit kemalasan. Namun, banyak yang masih belum paham mengenai nutrisi dan kesadaran untuk rutin berolahraga.


Gaya hidup yang salah adalah penyebab munculnya rasa malas

Rasa malas bisa juga disebabkan karena masalah mal nutrisi. Menurut Dr. Michael Triangto, SpKO, mal nutrisi tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi. “Ingat, mal nutrisi tidak hanya mengacu pada orang yang kekurangan gizi. Tetapi juga berbicara tentang komposisi asupan bahan-bahan nutrisi yang tidak tepat,” ujarnya. Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa rasa malas berawal dari kebiasaan hidup yang salah.


1. Melewatkan waktu sarapan

Misalnya kamu melewatkan waktu sarapan, sehingga serangan lapar muncul lebih besar ketika jam makan siang dan kamu terdorong untuk makan menu berkarbohidrat tinggi dalam porsi besar. Alhasil, kandungan gula dalam darah melonjak drastis yang berdampak kepada terhambatnya kerja neuron orexin dalam hipotalamus otak yang bertugas untuk menjaga kamu tetap terjaga dan fokus. Tidak heran, kalau setelah makan siang, kamu akan merasa mengantuk dan malas berkegiatan.


2. Makan sebelum tidur

Mengonsumsi makanan dan minuman manis atau berkarbohidrat tinggi sebelum tidur juga bisa berdampak buruk. Masuknya gula akan membuat tubuh memerintahkan otak untuk mengeluarkan hormon insulin. Oleh insulin, semua gula yang ada dalam darah dimasukkan ke sel otot, hati, dan ke dalam lemak. Alhasil, gula darah menjadi drop, sehingga otak memerintahkan tubuh memproduksi hormon yang bisa membuat tidur kamu tidak nyenyak dan bangun dalam kondisi tidak segar, pegal-pegal dan malas!


3. Pola diet yang salah

Tubuh tidak bersemangat juga bisa disebabkan oleh kesalahan pola diet seperti tidak mengonsumi karbohidrat sama sekali. Harapannya, dengan absennya karbohidrat, tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi. Padahal, tubuh lebih suka menguras persediaan glikogen (protein otot) daripada membakar lemak. Ditambah lagi, untuk setiap satu kilogram glikogen yang hilang terbakar, tubuh juga akan kehilangan 3 kilogram air yang diikat oleh glikogen. Tidak heran kalau para pelaku diet jenis ini selalu terlihat lemas dan tidak energik.


Jadi, untuk kamu jangan sesekali menyepelekan rasa malas yang sering muncul ya. Pahami dengan seksama tubuhmu, terkait waktu istirahat dan makan yang bergizi. Terapkan untuk terus hidup sehat agar dapat terhindar dari kemalasan supaya kamu bisa mengejar mimpimu!

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Belum ada Komentar untuk "Jangan Anggap Remeh! Malas akan Jadi Penyakit Dalam Hidupmu"

Posting Komentar

Terima kasih Telah Berkomentar!!

Untuk Mendapatkan informasi-informasi terkait SNMPTN, SBMPTN, dan Ujian Mandiri kunjungi
Pojokmading.blogspot.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel